LIPUTAN-POLITIK - Krisna Wahyu Nurachmad, siswa SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, ditemukan tewas di barak sekolahnya, Jumat (31/3/2017). Dia diduga menjadi korban pembunuhan.
Pihak
keluarga di Bandung, Jawa Barat panik dan berupaya mencari informasi
sedetil mungkin. Amru, paman korban, sempat memberikan komentar sebelum
terburu-buru meninggalkan rumah.
Keluarga Krisna diketahui
tinggal di rumah dua lantai dua di Jalan Sumarsana 12 RT 003/004
Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.
"Ini
masih simpang siur ceritanya. Kakak saya (ibu korban) barusan ditelepon
juga nangis. Saya mau berangkat sekarang ke Magelang," kata Amru kepada
wartawan sebelum pergi menggunakan sepeda motor sport merah bersama rekannya.
Amru mengatakan, informasi detil tewasnya Krisna masih belum diterima
pihak keluarga. Yang jelas, pihak keluarga tiba-tiba diinformasikan
bila Krisna sudah meninggal dunia.
"Informasinya masih kurang jelas. Tahu-tahu tadi pagi dapat kabar keponakan saya sudah enggak ada saja," ucap dia menambahkan.
Sementara itu, Wawan Setiawan (25), pekerja di rumah tersebut mengatakan Krisna belum genap setahun bersekolah di SMA Taruna Nusantara, Magelang. Dia menyebut Krisna merupakan anak bungsu empat bersaudara.
Krisna lahir dari pasangan almarhum Mayjen TNI Kartoto dan Ibu Umi
Isnaningsih. "Dia dari dahulu tinggalnya di Jakarta. SD sampai SMP di
Jakarta," ucap Wawan.
Tewasnya Krisna Wahyu diketahui Riyanto dan
Kodiyat ketika pengasuh sekolah tersebut hendak membangunkan siswa di
barak G 17 untuk salat subuh. Setelah semua berkumpul, Kodiyat menyisir
ke kamar siswa Taruna Nusantara untuk memastikan semua siswa sudah
bangun.
Saat menyisir barak G 17 kamar 2B, ia menemukan Krisna
berada di dipan dalam kondisi bersimbah darah. Kodiyat memastikan siswa
Taruna Nusantara itu tewas setelah meraba nadinya tidak berdenyut.
Para
pengasuh kemudian melaporkan kejadian itu ke Wakil Kepala Sekolah
Kesiswaan yang dilanjutkan melapor ke Polsek Mertoyudan. Kasus kematian
siswa SMA Taruna Nusantara yang dikenal sebagai sekolah favorit itu kini ditangani tim gabungan Polres Magelang dan Polda Jawa Tengah.
Di
lokasi kejadian, tim penyidik menemukan salah satu pakaian dengan
bercak darah. Diduga Krisna menjadi korban pembunuhan karena ada luka
seperti tusukan di leher.
sumber : liputan6.com
sumber : liputan6.com

Komentar
Posting Komentar